**Peringatan: Chapter ini mengandung konten eksplisit.**
“Apakah kau benar-benar mengerti apa yang kau katakan sekarang?”
Aku merasakan gelombang rasa kesal.
Bahkan dalam keadaan normal, Victoria terkenal sebagai sosok yang berubah menjadi orang yang sama sekali berbeda setelah minum. Dia tak bisa menahan alkohol.
Besok pagi, saat dia sadar, dia tentu akan berpura-pura tidak mengerti, berkata, “Apa aku benar-benar melakukan sesuatu seperti itu?” dan menuduhku berlebihan.
Ini selalu cara Victoria beroperasi. Dia mengubur perasaan aslinya di bawah tumpukan kebohongan dan sudah terbiasa menyakiti orang lain.
Aku tidak bisa membayangkan hidup seperti apa yang telah dia jalani hingga menjadi seperti ini.
Hidup seperti ini pada akhirnya hanya akan meninggalkannya dengan lukanya sendiri sebagai imbalan.
“Aku rasa ini pendekatan yang cukup rasional… Lagipula, aku pernah mendengar bahwa para petualang pria seringkali merancang berbagai cara untuk memenuhi keinginan mereka…”
Victoria menghembuskan napas panas disertai tawa lembut.
Keadaan mabuknya jelas terlihat; matanya tak fokus, dan wajahnya dipenuhi dengan senyum yang terus menerus.