**Peringatan: Chapter ini mengandung konten eksplisit.**

“Tipe idealku? Hmm… Aku belum terlalu memikirkannya, jadi aku tidak begitu yakin…”
Victoria melirikku dengan mata terangkat, menunjukkan bahwa dia sedang memikirkan pertanyaanku dengan serius.
Dia mulai mengamatiku dari kepala hingga kaki, seolah memeriksa setiap detail.
“Yah, aku bisa bilang kamu pasti bukan tipeku.”
-Kau. Kau adalah tipe idealku yang tepat.
Sekali lagi, kata-kata Victoria tidak sesuai dengan perasaannya yang sebenarnya.
Dia berbicara dingin, wajahnya sedingin es.
“Pertama, tipe idealku tidak minum atau merokok. Aku memiliki keyakinan yang kuat bahwa aku tidak ingin seseorang di sisiku yang terjerat dalam hal-hal berbahaya seperti itu hanya karena mereka menyerah pada keinginan.”
Dia menggerakkan dagunya tajam, hampir seolah-olah menunjuk padaku, tatapannya campur aduk antara penghinaan dan teguran.