**Peringatan: Chapter ini mengandung konten eksplisit.**
Victoria melihat Astal yang terjatuh dan merasakan emosi yang muncul dari kedalaman hatinya.
Sebuah sensasi kosong di dadanya, disertai rasa sakit yang menyengat seolah terkilir, menghadirkan perasaan yang disebut penyesalan.
“Bangunlah… Kau bukan orang yang hanya akan terbaring di sini seperti ini…”
Victoria terus memegang Astal, mengucapkan kata-kata yang tidak mendapatkan respons dari matanya yang kosong.
Itu begitu menyakitkan.
Meskipun dia pernah mengalami situasi serupa selama perjalanannya melalui alam iblis, kali ini rasanya seolah seseorang telah menusukkan pisau ke hatinya.
Mengapa ini terjadi?
Dia tidak bisa bernapas.
Rasanya seolah seseorang mengenggam hatinya dan mengencangkannya dengan erat.
Apakah ini karena dia mengetahui tentang masa lalu sedih Astal?
Karena, bahkan saat terjebak dalam mimpi di dalam mimpi, dia telah menyelamatkannya dan kemudian kehilangan kesadaran?