Jelas terlihat sekilas. Itu bukan sekadar tiruan.
Itu adalah makhluk yang lebih kuat daripada yang sebenarnya.
Jumlah energi magis yang dimilikinya jauh melampaui milikku—dua bahkan tiga kali lipat.
Seperti yang kuperkirakan, naga memanglah eksistensi yang tak tertandingi oleh manusia.
-Astal, bagaimana caramu melawan lawan yang memiliki tingkat keterampilan yang sama sepertimu?
-Mengapa tiba-tiba bertanya seperti itu, Tuan Muda?
-Aku teringat apa yang pernah kaukatakan. Makhluk di hadapanku ini bukanlah sosok yang dapat dijatuhkan hanya dengan beberapa mantra sederhana.
-Sekarang kau adalah penyihir terkuat di benua ini, untuk melampaui batas-batasmu, kau pasti harus menghadapi pertarungan yang sepi melawan dirimu sendiri.
“…Pertarungan yang sepi melawan diri sendiri, ya. Kau tidak salah, Tuan Muda.”
Aku tidak bisa menahan senyum pahit saat memandang Naga Kekosongan—Naga Kamuflase—yang berdiri di hadapanku.