Rachael terengah-engah dalam kepanikan yang liar.
“Hah… hah…”
Dia tidak tahu lagi apa yang sedang terjadi.
Dia telah menusuk rekan-rekannya yang jadi batu—mereka meledak.
Dia melihat semburan api dengan matanya sendiri.
Dia pikir dia akan mati saat itu juga.
Tapi entah bagaimana… dia masih hidup.
Spear-nya sudah lama terlepas dari tangannya.
Dia tidak punya kekuatan lagi.
Dengan perlahan, Rachael membuka matanya yang tertutup rapat.