“Apa yang dikatakan rubah ini? Mulai hari ini, ini hari pertama?”
[“Jika kamu mengajariku, itu berarti kita guru dan murid, bukan? Kamu guru, dan aku murid. Itu bukan hubungan yang ringan.”]
[“Lalu… apakah ini berat?”]
[“Siapa yang tahu?”]
Miyo menopang dagunya dengan kedua tangannya dan menyeringai, senyumnya jenaka dan nakal.
[“Itu tergantung padamu, sang penyihir. Lagipula, hubungan tidak terbatas pada satu jenis saja. Sama seperti bagaimana kau dan aku adalah musuh sekaligus kawan yang mempertaruhkan nyawa pada pertempuran yang sama.”]
Hubungan antarmanusia memang selalu seperti itu.
Hubungan tidak bisa didefinisikan hanya dengan satu hal.
[“Tapi satu hal yang pasti—hubungan kita layak untuk dijalani. Lihat, hari ini adalah hari pertamamu mengajariku. Mari kita catat sebagai bukti.”]
Miyo mengambil sebuah batu dan menggoreskan sebuah garis pada meja kayu.
Sebuah tanda kasar tertinggal.
[“Sebentar lagi, antrean ini akan menjadi sepuluh. Mungkin bahkan seratus. Dan seiring dengan antrean yang menumpuk, aku mungkin akan mulai terbiasa denganmu.”]