Aiden tertidur lelap.
-Tunda… Tunda…
Luna memandangi wajahnya yang tertidur.
Adegan yang ia saksikan beberapa saat yang lalu terulang kembali di benaknya: Aiden dengan seorang pembantu yang terlihat sedang bermasalah.
“Apakah namanya Rachel?
Memikirkan pembantu yang dilihatnya tadi membuat perasaannya menjadi rumit.
Luna tidak mencintai Aiden, tetapi melihat Aiden berduaan dengan Rachel, pembantu yang cantik, membuatnya gelisah.
Dia tidak mau mengakui alasannya.
Karena perasaan itu adalah cemburu.
‘Ugh… Cemburu? Aku? Itu tidak mungkin… Tidak, ini hanya …. ‘