**Peringatan: Chapter ini mengandung konten eksplisit.**
“…Kau menyukaiku?”
Aku berpura-pura tidak tahu apa-apa sebagai tanggapan atas pengakuan Victoria.
Fakta bahwa aku dapat mendengar pikiran terdalamnya adalah sesuatu yang telah kutentukan untuk diambil ke dalam makam.
Bagaimanapun, cara Victoria selalu memperlakukanku hanya terdiri dari kata-kata kasar dan kritik.
“Jujur, aku tak percaya ini…”
Tidak aneh untuk menghindar seperti ini.
“Itu bisa dimengerti. Lagipula, aku memang selalu seorang pembohong sejati.”
Victoria mengumpulkan rambut basahnya dengan tangan saat dia berbicara terbuka padaku. Cahaya api unggun yang berkedip menari di matanya.
“Sebenarnya, aku telah hidup di atas waktu yang dipinjam. Karena itu, aku percaya aku harus menyembunyikan perasaanku. Tapi…”
Kata-katanya terasa seperti ungkapan langsung dari hatinya yang sebenarnya, dan sebelum aku menyadarinya, aku mengangguk tanpa sadar.