Aku membuka mataku saat sinar matahari pagi masuk melalui tirai. Memikirkan rumor yang pasti menyebar dalam semalam membuatku ingin menutupnya lagi, tapi aku memaksakan diri untuk bangkit.
Sudah lama sekali aku tidak tidur di sofa, jadi badanku terasa kaku. aku kira aku sudah bisa tidur dengan nyaman sejak dikirim ke akademi.
“Apakah kamu sudah bangun?”
Aku menoleh ke tempat suara itu berasal dan melihat Mage Duchess sedang duduk di tempat tidur. Aku khawatir kalau dia adalah tipe orang yang berkata, ‘Duke tidak tidur di ranjang kumuh seperti itu,’ tapi untungnya dia tidur tanpa keributan.
Kemudian, aku perhatikan kemeja itu menutupi tubuhnya seperti jubah.
Dia seperti kadal yang berganti kulit.
Aku hanya bisa tertawa kecil mengingat kejadian tadi malam.
Mage Duchess menempel padaku, berpura-pura tertidur. Dia bertahan tidak peduli seberapa keras aku mencoba melepaskannya, jadi aku melepaskan bajuku dan melarikan diri. Jika dia bersikap licik, maka aku harus menanggapinya dengan cara yang sama.
Mage Duchess sepertinya sudah bangun bahkan ketika aku melepas bajuku, tapi dia tidak menangkapku mungkin karena akan terlalu memalukan jika tiba-tiba membuka matanya.
Sebaliknya, aku merasakan tatapan tajamnya di punggungku saat aku menuju ke sofa.